Bagaimana cara melihat orang yang sebenarnya sedang sakit Psikis nya walau orang tersebut selalu terlihat ceria?
Kalau cuma pengen tahu pasien punya mental illness atau bukan, ada beberapa cara sederhana untuk memastikan. Kalau pengen tahu mental illness-nya apa, mungkin lebih baik kalau pasien dibawa ke psikiater.
Ciri-ciri orang yang memiliki mental illness tapi pura² terlihat ceria:
- Senyumnya palsu. Apa anda tahu manusia cenderung menyipitkan mata atau merem sekalian ketika tersenyum atau tertawa. Ketika seseorang tersenyum dengan mata terbuka lebar, itu adalah senyuman palsu.
Contoh senyum yang asli
Contoh senyum yang palsu
- Terlalu menahan emosi. Maksudnya tidak pernah tertawa, marah, sedih atau apapun. Dia selalu konsisten menampilkan emosi tenang dan selalu tersenyum tapi itu semua palsu. Coba aja lempar joke, kalau semua orang tertawa kecuali satu yang satu itu bisa jadi punya mental illness.
- Menjadi sangat cerewet atau sebaliknya sangat pendiam. Tapi cerewetnya itu unfaedah. Atau bisa dibilang tidak diimbangi dengan knowledge yang memadai, jadi akan sering kata²nya terpotong, mengulang² penjelasan yang tidak perlu, terlihat berusaha meyakinkan orang lain atau nge-gas padahal itu cuma ngobrol santai atau obrolan yang tidak akan menghasilkan keputusan apapun. Ketika diajak dalam pembicaraan berat yang akan menghasilkan keputusan, diajak rapat pak boss misalnya, malah diem, ongap-angop, mainan HP, dan ketika bel pulang berbunyi jadi orang nomor satu yang ijin pulang.
- Kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain. Benar sih orangnya ramah dan banyak bacot. Tapi kalau anda perhatikan dia itu tidak berusaha membina keakraban dengan siapapun. Segala bentuk keramahan tadi cuma abang² lambe atau lamis kalau orang Jawa bilang.
- Suka berbohong atau menyembunyikan sesuatu. Jadi begini, guys, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi kalau seseorang “menceritakan tentang dirinya yang sempurna” ada dua kemungkinan dia berbohong atau dia menyembunyikan bagian² dimana dia terlihat buruk.
- Tidak memiliki empati terhadap orang lain. Salah satu ciri yang gampang dilihat, kalau orang lain curhat, bukannya membantu malah adu nasib, “kalau saya begini, kalau saya begitu”
- Memiliki kepercayaan diri yang sangat rendah. Berjalan dengan menundukkan kepala dan sangat pelan. Kalau anda perhatikan ketika dia bicara suaranya bergetar. Tidak memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru.
- Tidak mencintai dirinya sendiri lalu berusaha selalu tampil sempurna dan hebat, tapi gagal. Lalu terus menerus berkutat memperbaiki kegagalan dan berusaha menyempurnakan penampilan. Sayangnya yang sempurna hanya penampilan. Atau kalau boleh pinjam lagunya Rif yang Lu Tu Ye
